Pets · Review

Pengalaman Steril Kucing Betina dan Jantan di Depok!

Hai! Balik lagi guys!!! Di post kali ini aku mau cerita sedikit tentang steril kucing. Yang belum tau steril kucing nih apa sih? Steril kucing adalah proses menghilangkan alat reproduksi pada jantan (kastrasi/pengambilan testis) dan pada betina (pengambilan rahim). Nah, aku di sini sebagai orang yang pro steril ya, jadi sebisa mungkin aku steril semua kucingku.

Kucingku ini ada lima aslinya. Kita runtut dari Rakun si nenek, nenek Rakun punya anak namanya Yuyuk (betina) dan Kaju (jantan). Bu Yuyuk punya anak namanya Icil (jantan) dan Icim (jantan). Sayangnya, Bu Yuyuk hilang entah kenapa di pertengahan tahun 2018. Lalu disusul Kaju yang meninggal karena sakit Chronical Kidney Disease alias ginjal kronis. Jadi sekarang di rumah hanya ada 3 kucing yaitu Rakun, Icil, dan Icim.

Ini si Icim
Ini Icil alias Ncil

Rakun dan Bu Yuyuk ini udah duluan di steril jauh-jauh hari pas aku pindahan ke rumah baru Citayam. Kalo ga salah kena 600ribu berdua karena pakai steril bersubsidi. Biaya steril 250ribu dan rawat inap 50ribu perhari. Saya pakai jasa antar jemput jadi ga bisa lihat bagaimana proses steril betina.

Ini Kaju (Juki, Joongki, Ijung)
Ini Nenek Rakun wokwokwok

Proses steril betina sepertinya aman sekali saat itu. Mereka berdua dijemput Sabtu pagi, Senin pagi sudah di rumah dan sudah bisa loncat-loncat. Jahitannya jahitan samping dan itu pun sangat amat rapih sekali. Tidak ada obat yang saya berikan kala itu, hanya saja karena kucing aku kadang di rumah dan kadang di luar, aku harus pastikan kalau mereka gak jauh-jauh dari rumah karena takut jahitannya entah digigit atau dirubung lalat. Kira-kira hari Rabu atau Kamis, jahitan sudah terlepas dan kulit telah menyatu lagi. Sangat amat cepat dan pulihnya juga drastis. Rakun sekarang jadi gemuk banget, tapi gemuk karena lemak ya kondor-kondor gitu perut bagian bawah haha.

Setelah Rakun, saya juga kastrasi Kaju dan Icim. Bedanya, pas bagian Kaju ini dia sekalian operasi kakinya yang abses dan ketika itu juga sudah tervonis sakit CKD. Berat banget buatku lihat Kaju menderita, jaman dulu aku pura-pura tegar dan bahagia. Selalu elus Kaju dan dia jadi manja banget! Gak mau keluar rumah, kalau pagi dia tidur di kaki meringkel. Pas CKD badannya Kaju turun drastis jadi super kurus dan juga bau. Tapi aku tetep sayang Kaju.

Lanjut kisah kastrasi Kaju. Singkatnya aku di luar pintu operasi pas Kaju lagi dikastrasi. Gustri yang pegangin Kaju pas lagi kastrasi dan dia lihat sendiri bagaimana bola testisnya dikeluarkan. Singkat banget sih, kayaknya tidak sampai 10 menit sudah terjahit kembali. Pulihnya pun bertahap, kira-kira 6 jam – 10 jam pasca operasi baru bisa pulih total.

Lalu kisah kastrasi Icim baru terjadi Sabtu kemarin. Hari ini hari Minggu, fyi. Nah kemarin Icim aku puasakan dari Jumat malam pukul 11. Paginya aku bawa ke dokter di area Citayam (tapi kutinggal karena ada hal yg harus diburu hari Sabtu itu) dan proses jam 2 siang sudah selesai. Saya jemput jam setengah 5 masih gak sadar. Dibawa ke rumah lalu cukup sadar jam 9 malam. Ada drama nih kalau si Icim, dia muntah-muntah sampai 4x pasca steril karena efek obat bius. Jadi kan dia lapar banget, dia makan ikan sedikit-sedikit pasti dimuntahin satu jam sekali. Lepas jam 2 malam itu dia pipis, lalu setelah itu dia normal lagi deh seperti biasa. Makan minum seperti biasa. Udah bisa loncat lari-lari lagi.. Alhamdulillah. Sekarang jam 11 siang bocahnya lagi bobo ganteng di ruang tengah, semoga cepat pulih deh! Doakan ya! 😀

Steril Kaju waktu itu di Cinere kena 400ribu, kalau steril Icim di Citayam kena 250ribu sudah sama obat-obatnya ya. Tidak pakai acara inap-inapan soalnya langsung dibawa pulang.

Itu dia pengalamanku steril dan kastrasi anabul-anabulku! Semoga bermanfaat ya! Jika ada pertanyaan silakan di kolom komentar, inshallah kujawab! Salam kucing, meow!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *